Jumat, 27 Januari 2012

about AKPAR

Akpar mataram
akpar mataram adalah unipersitas yang salah satunya yang menampung para mahasiswa yang akan bekerja di travel agent. jika anda mau daftar jadi mahasiswa anda harus hubungi aku ya....!!!! heehee, promosi
watashi no nama ewa MERCY desu, anda bisa temukan saya di AKPAR mataram,akpar mataram terletak
di jalan panji tilar NEgara No. 99X, tanjung karang mataram,.
Ini lah gerbang awal kita masuk di akpar mataram
anda bisa masuk langsung dan melihat bagusnya halaman kampus akpar,
disana anda bisa menemukan berbagai ruang termasuk, R.multimedia, R.sekertariet, R. dosen, cape dsb.

ini salah satunya gambar yang ada di akpar mataram, gambar ini adalah R sekertariat, yang nampak dari depan. Nah, halaman yang hijau ini, dulu tempat kita PDSP. adcuch teringat waktu itu sangat pedih tapi dari itu kita bisa tau banyak karna adanya PDSP ini.
                             

Rabu, 18 Januari 2012

BROSUR AKPAR VERSI BHS. INGGRIS

       MATARAM TOURISM ACADEMY
The First and The Most Eligible
Tourism Academy
Address: Jl. Panji Tilar Negara No.99X, Tanjung Karang-Mataram


Current issues: Tourism is the most Leading Industry in the World
Tourism as service industry which is growing very fast in the world especially in the last two decades, and will be very well developed in the beginning of 21st century. Tourism is related to other industries which triggered large and small economic sector as well. Tourism is everybody business, where the essence, will never stop and develop as long as human live. Therefore, tourism had been proved as the largest industries in the world in terms of recruitment of the massive laborer.           

Mataram Tourism Academy: Catches the Opportunities
            Based on that issues and the large number of demand on tourism’s workforce in every countries, so that the paradigm is changed from local to international workforce. To gain those objectives, strategic planning had been designed, i.e. to create conducive academic atmosphere, to rise human resources quality, to ensure process and output quality, and to strengthened network among other parties.
            Atmospherics academic created by park landscaping, human relation based interacting, honest and open hearted implementing, fair competition pattern method, and representative facilities availability.                   
Quality concern on Human Resources Development
To increase quality on human resources, several efforts had been taken are:
1.    Lecturer development program, i.e. continuing to magister and doctoral program
2.    Training program in hotel and tourism institute, i.e. STP
3.    Guest lecturer from tourism experts  
4.    Practical lecturer from hoteliers, staff development, workshop, and seminars.

Networking throughout the World
Mataram Tourism Academy has Special Job Bureau to place alumnus in various related industries both of in domestic and overseas as well. Here are they:

Domestic Network
  1. The Oberoi Hotel and Lombok Raya
  2. PT. Pamor Sapta Dharma Jakarta dan Surakarta
  3. Sekolah Perhotelan Bali (SPB)
  4. PT. SDSA Mataram, Lombok 

Overseas Network
  1. SM Management Service Private Ltd. Singapore
  2. Apprentice Program Costa Rica Cruise Line Italy and Star Cruise Line Singapore
  3. PT. Nizma Alam Jaya, Selangor, Malaysia

   
 
Offering Excellent Program Study:
  1. D3 Hotel Management (Accredited by. 001/BAN-PT/Ak-VIII/DPl-III/V/2008)
  2. D3 Tour and Travel (Accredited by. 002/BAN-PT/Ak-XI/DPl-III/VI/2011) and Aviation
  3. D1 Hotel (FB Service, FB Product, Housekeeping, Pastry, and SPA)

Requirements:
  1. Graduated student of SMA/SMK/MA/PAKET C
  2. Filling the registration form
  3. Copy of legalized SMA/SMK/MA/PAKET C certificate’s
  4. Recent B/W photo size 2x3 and 3x4 cm 4 pieces each
  5. Registration fee Rp 200.000 (20.U$)

Registration Deadline:
  1. Registration started from June, 6 to September, 6, 2012
  2. Time 08.00—14.00 (morning to afternoon)
  3. Time 14.00—17.00 (afternoon to evening)
  4. Everyday within the week (except Sunday and Holiday)

Place of Registration:

KAMPUS AKPAR MATARAM
Jl. Panji Tilar Negara No.99X, Tanjung Karang
Mataram, Telp (0370) 633 393, Fax (0370) 632 316
e-mail:akparmataram@telkom.net
blogs:akparmataram.wordpress.com


Contact Person:
Further information, feel free to contact at anytime through mobile, face book, blog and e-mail to:
1.    Mr. Joe
2.    Mr. Bag
3.    Mr. Made Murdana
4.    Mrs. Damayanti
5.  Mrs. Santy

Ps.
We provide also several scholarships i.e. PPA, BBM, from DIKTI and Regional Government.
 

Gili Lampu, East Lombok

GILI LAMPU, EAST LOMBOK
Liburan habis lebaran kali ini, saya dengan teman-teman sepakat pergi liburan ke gili lampu. Kana gili lampu ini dekat dengan desaku “POHGADING”. Perjalanan kita mulai dengan melewati pringgabaya dan labuhan Lombok….dekat kan. Disana anda cukup membayar Cuma Rp 2000 untuk karcisnya dan Rp1000 untuk uang parkirnya.  
.
               Setelah dikurangi mengisi tangki motor dengan bensin dan dan membeli bola di pasar Pringgabaya.
Gili Lampu juga tempatnya teduh dan fasilitas cukup lengkap. Tempat mengganti pakaian, mushola,
restaurant, sampai sampan yang siap mengantar berkeliling wisatawan lokal dan mancanegara kemana saja
Cukup membayar karcis masuk seribu rupiah, kita sudah bisa bebas di Gili Lampu di Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sembalia. Di bibir pantai memang tak berpasir putih. Hanya di gili saja yang berpasir putih. Tapi hampir tidak ada orang yang ke sana. Selain tak berpenghuni, gili hanya ditutupi rawa pohon bakau.
Konon gili lampu ini,merupakan pengasil mutiara terbesar, makanya jangan salah dengan wisata yang satu ini, anda juga bisa membeli makanan di pinggir pantai. Di sana tersedi banyak sekali berbagai macam cemilan. Disana juga unik, penduduk disana tidak memakai toko ataupun ruko. Mereka hanya memakai kayu dan atapnya dipakai daun kelapa yang mereka sebut dengan BERUGE.
Air di bibir pantai sangat tenang. Pun tak terlalu dalam. Anak berusia tiga tahun juga bisa bersenang-senang di bibir pantai. Menikmati ombak peraiaran selat. Kalau berminat ke sini, datang saja. Jalan menuju gili lampu gampang. Punya motor, liburan di sini semua asik.
Nah, jika anda makan atau minum disana jangan lupa bungkus dibuang, biar tidak mencemar lingkungan biar tetap terjaga keindahannya.     Jika anda ingi mengeliling pantai gili lampu anda cukup menyewa kapal atau sampan cukup membayar Rp 150.000,00. Walaupun mahal anda tidak bakalan nyesel, karna udara dan panoramanya sangat bagus, walaupun saya nggak penah naik sampan…heeeheee itu kata masyarakat disana. Pengen coba buruan kesini, walaupun liburan sudah berlalu…ikuti terus kisah ku


LEMOR PARK, EAST LOMBOK

TAMAN LEMOR EASTLOMBOK  
Taman Wisata Lemor adalah salah satu hutan wisata yang masih alami yang berada dalam wilayah Dusun Cempaka Desa Suela Kecamatan Suela Lombok Timur. Letaknya yang strategis sebagai jalan lintas menuju Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menjadikannya sebagai obyek wisata yang manrik perhatian banyak wisatawan lokal dan mancanegara. Namun, karena masih kurang terurus dan terorganisir dengan baik maka masih banyak yang tidak mengenal obyek wisata ini, terutama wisatawan luar kabupaten. Sedangkan bagi masyarakat Lombok Timur, Hutan Wisata Lemor (HWL) merupakan taman wisata yang cukup popular, karena bearada didareah pebukitan, dengan pemandangan yang begitu indah.
Pada saat liburan, biasanya masayarakat setempat lebih memilih tempat ini sebagai tujuan untuk bersantai, menikmati sejuknya hawa hutan bagai berada di pegunungan. Hal ini dsebabkan karena selain tempatnya dekat, juga panoramanya tidak kalah indah dibanding taman wisata lainnya yang ada di Pulau Lombok. Wilayah HWL merupakan salah satu kawasan hutan lindung, sehingga memerlukan penjagaan kita bersama. Disini masih hidup berbagai berbagai macam hewan, seperti aneka burung, monyet dan sebagainya.
HWL yang merupakan bagian dari kawasan gunung Rinjani terletak pada ketinggian 700 meter diatas permukaan laut (dpl). Selain sebagai hutan wisata yang udaranya menyegarkan, di dalam  hutan lindung ini juga terdapat mata air yang cukup besar dengan debit air lebih kurang 200 m3 per menitnya. Selain untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat desa Suela dan sekitarnya, terutama desa  Ketangga, Suntalangu, Selaparang dan bahkan menjangkau Kecamatan Pringgabaya, juga mata air ini digunakan untuk mengairi lahan pertanian di 4 desa tersebut, dengan luas areal ribuan hektar.
Pada musim kemarau debit air mengecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan 4 desa tersebut khususnya untuk mengairi lahan pertanian. Ini disebabkan karena makin banyaknya kawasan yang rusak.
Liburan kemarin begitu mengasyikan karna kita bias melihat alam sekitar apalagi wisata yang ada di dekat desaku. Saya berangkat mulai dari desa pohgading menuju peringgabaya dilanjutkan dengan desa pekosong, suela, akhirnya sampai juga.
Anda tidak perlu khawatir dengan kantong anda cukup membayar karcis masuk Cuma Rp 3000, anda bias sepuasnya menikmati kedaan wisata di sana. Nah setelah masuk anda harus menuruni anak beberapa anak tangga yang ada disana. Anda jangan khawatir walapun anda kelelan denga banyaknya anak tangga, disini juga tersedia kolam yang airnya dari alam tersendiri. Bukan itu saja anda juga bisa melihat bahkan memegang banyaknya monyet, tapi anda jangan lupa membawa cemilan , biar anda bias mengasih makanan langsung dengan tangan anda sendiri.
                         
Menikmati taman wisata disana sangatlah alamiah soalnya tidak ada yang buatan manusia, terkecuali kolamnya sengaja di buat untuk melepaskan lelah, setelah menuruni anak tangga. Jadi disana sangatlah cocok anda bersama keluarga untuk liburan. Anda juga bisa climbing disana soalnya ada bukit kecil untuk climbing. Makanya tungu apa lagi……hehe promise

Benang stokel

Benang Stokel Waterfall, Lombok Tengah

Menempuh kurang lebih satu setengah jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari kota Mataram dengan beberapa kali diiringi hujan yang menderas, tak membuat saya niat saya surut untuk mengunjungi salah satu objek wisata air terjun yang terletak di kabupaten Lombok Tengah ini.Dari foto yang pernah saya lihat, Air Terjun Benang Stokel ini terdiri atas 2 buah air terjun yang berdampingan dan terletak masih di kaki gunung Rinjani.
Memasuki wilayah Sedau, hujan sedikit reda, namun saya tidak dapat melajukan sepeda motor dengan kecepatan tinggi, karena jalan yang saya lalui sangat licin dan berkelok-kelok, sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset.
Minimnya petunjuk arah membuat saya harus berulang kali turun dari motor untuk menanyakan arah dan perkiraan waktu mencapai tepat yang saya inginkan. Hampir setiap saya menayakan arah Air terjun Benang Setokel ini, dijawab dengan jawaban yang seragam, “Lolos….sekitar 1 jam lagi”, padahal saya menanyakan hal tersebut dengan jarak yang berbeda jauh antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Akhirnya saya hanya bisa tersenyum apabila bertanya dengan penduduk setempat dan dijawab dengan jawaban yang sudah saya tebak sebelumnya. Berikutnya saya hanya menanyakan petunjuk arah untuk mencapai Air Terjun tersebut, tanpa ada keinginan menanyakan berapa lama lagi saya tiba di tempat tersebut.

Akhirnya tibalah saya di Gerbang Aik Bukak, dan langsung berbelok ke kiri setelah saya melihat jalan kecil tersebut. Kali ini jalan yang saya lalui tidak terlalu bagus. Sudah aspal memang, namun terdapat beberapa bagian yang rusak. Mata saya pun sedikit dimanjakan oleh alam, karena jalan yang saya lewati membelah sawah-sawah yang sedang menghijau dan udara yang reatif masih bersih dibandingkan di kota.
Kurang lebih 20 menit saya terus memacu motor saya, akhirnya saya sedikit menyadari jika daerah yang sedang saya lewati agak sedikit sepi dibandingkan sebelumnya. Insting pun mengatakan arah yang saya tuju sudah terlewat. Beruntung ada seorang anak kecil yang sedang melintas di jalan tersebut. Tanpa basa-basi, saya pun kembali bertanya jalan menuju Air Terjun Benang Stokel, dan benar saja ketika bocah tersebut mengatakan bahwa saya sudah terlalu jauh melewatinya.
Setelah berbekal informasi dari bocah tersebut, saya pun berputar arah kembali dan mencari pertigaan di daerah pasar. Ternyata saya memang tidak melihat pertigaan tersebut dan memang belum terdapat petunjuk arah menuju air terjun. Satu-satunya yang bisa saya jadikan petunjuk adalah keberadaan kantor Pegadaian di pasar tersebut.

Jalanan yang saya tempuh kali ini lebih jelek dari yang sebelumnya, sehingga laju kecepatan motor terpaksa saya kurangi. Namun memang seharusnya saya tidak melaju kencang, dikarenakan suasana pedesaan yang asri menemani perjalanan saya kali ini.
Kembali di persimpangan jalan, namun kali ini saya melihat petunjuk arah menuju air terjun. Jalanan pun sedikit menanjak dan rusak, sehingga harus ekstra hati-hati di sini. Tanpa terasa, saya pun tiba di gerbang utama untuk menuju wisata air terjun Benang Setokel ini. Setelah menaruh motor di tempat parkir yang tersedia, saya menuju loket untuk membayar tiket masuk dan langsung menuju jalan setapak yang akan menghantar saya menuju air terjun Benang Setokel.

Ternyata di sana terdapat jalan setapak yang dapat menuju Danau Segara Anak, gunung Rinjani, dan informasi yang saya peroleh dari penjaga loket, waktu tempuh menuju danau sekitar 10 jam berjalan santai. Namun sisi yang dituju akan berbeda apabila kita pergi dengan menggunakan jalur pendakian Senaru/Sembalun.
10 menit menyusuri setapak di hutan yang tidak terlalu lebat, saya pun dapat mendengar suara air yang bergemuruh di kejauhan. Ternyata akses menuju Air Terjun Benang Setokel sudah sangat bagus (paving block) sehingga nyaman untuk berjalan kaki. Dari atas sudah tampak dua buah air terjun yang berdampingan. Saya pun mempercepat langkah kaki menuruni anak tangga yang ada.

Tibalah saya di areal air terjun yang sangat lapang, dengan dua buah beruga yang terletak tak jauh dari air terjun tersebut. Kebiasaan saya apabila berwisata alam ke air terjun, pasti dengan nikmatnya saya duduk di pinggiran sambil menikmati keindahan air yang meluncur ke bawah. Ketinggian air terjun ini memang tidak terlalu tinggi, namun suasana asri, hijau dan sepi dikelilingi pohon-pohon besar membuat saya sangat menikmati suasana alam tersebut. Satu lagi kebiasaan saya adalah mengunjungi tempat-tempat seperti ini bukan pada saat akhir minggu, agar lebih sepi dan tenang.

Namun keasyikan saya agak terganggu dikarenakan hujan tiba-tiba kembali turun. Karena lumayan deras, saya pun menuju Beruga untuk sekedar beristirahat dan menikmati bekal yang saya bawa, dan tanpa terasa saya pun terlelap ditemani dinginnya hawa hujan. Lumayan deras dan lama hujan saat itu, sehingga membuat saya mengurungkan niat pergi ke satu lagi air terjun yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menitan dari tempat saya beristirahat, yaitu Air Terjun Benang Kelambu. Terbersit sedikit rasa sesal, namun saya pun tidak bisa menyalahkan alam sepenuhnya. Dan yang bisa saya lakukan hanyalah menikmati rinai hujan yang semakin mereda seiring sore menjelang.Sore telah tiba dan hujan pun reda sudah. Saya memutuskan untuk menyudahi kunjungan saya di Air Terjun ini dan kembali menuju pelataran parkir. Setelah berbincang-bincang sebentar dengan beberapa penduduk yang ada di sana, saya lalu melajukan sepeda motor. Kembali saya melewati desa dan sawah-sawah yang terhampar, untuk kembali ke kota Mataram, diiringi sejuknya hawa dikarenakan hujan yang turun sebelumnya.

Minggu, 15 Januari 2012

Narmada Park


Narmada Park Lombok



With exotic beaches, varied landscapes and huge volcanes Lombok is a tourists’ favorite destination. The island's invigorating water sports like diving, snorkeling, hiking, and surf spots, and its endemic culture attracts many tourists every year.
Narmada Park, Lombok or Taman Narmada as it is also known as in Indonesia, is one of the most famous tourists’ attractions of Lombok. The miniature replica of the summit of Gunung Rinjani and its Crater Lake, Narmada Park, Lombok, derives its name from the Indian River Narmada. There is a temple inside the park known as Pura Kalasa, which is still used for the annual celebration of Balinese Pujawali.
11 kilometers east of Mataram, Narmada Park, Lombok, was built by King Anak Agung Gede Ngurah Karang Asem in 1727. Besides spending a few hours in this beautiful garden in peace one can also worship the divine Hindu god, Lord Shiva here.
There is a big pool representing the Crater Lake on the volcano Rinjani. Due to its height of 3,726 m, it became difficult for the king to make the pilgrimage. So he made Segara Anakan at Narmada to represent the mountains and the lake. Near the pool there is a spring whose water is believed to give eternal youth to all the dedicated pilgrims.
There is also a fountain in this park known as Youth Fountain. Whose water is believed to give long life to those who drink this water will full faith and dedication towards lord Shiva.
The best time to visit Narmada Park, Lombok, is in the months of May to August, when the climate is at its best. The entry fee to Narmada Park, Lombok is around Rp 5000, which is very cheap.
Transportation to the Narmada Park, Lombok
Flights can be plied from Bali or Jakarta to Lombok. But a more exotic option would be the two and a half hours invigorating journey by boat from Padang Bai in Bali. Once reached, the Bemo, or the minivans, could be hired to the Taman Narmada, in Mataram. After this a trek to the Narmada Park, Lombok is the best option to explore this place.
Attractions around Narmada Park, Lombok

If you really want to witness the heaven on earth then Narmada Park, Lombok in Indonesia is the place where you should be. You would be bound to afford one day more of your trip being in such a beautiful place. Besides the Narmada Park, Lombok is gifted with several other tourists’ attractions like: the Tanjung Aan, the Kuta Beach, the Bungin Island, Pottery Village, and the Sukarare Village.
Accommodation around the Youth Fountain, Lombok
Spending the night in Lombok after a long day of traveling, is the last thing you should worry about. The capital city of the West Nusa Tungara province, Mataram, in Lombok, has innumerous hotels to serve you the best comfort zone. You can choose from The Oberoi, Lombok, Sheraton Senggigi Beach Resort, Alang-Alang Boutique Beach Hotel, Intan Lombok Village, Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa, and the Sahid Legi Hotel.

Gunung Rinjani


Taman Nasional Gunjung Rinjani Pulau Lombok


Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya
Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.


Puncak Gunung Rinjani Lombok


Pendakian
Gunung Rinjani Terletak di pulau Lombok, Untuk menuju Gunung Rinjani, anda dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram, setelah sampai di mataram anda menuju ke desa sembalun atau bisa juga ke desa senaru menggunakan kendaraan setempat.atau menggunakan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju ke bandara selaparang mataram - Lombok

Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam.
Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.

Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl).

Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di senaru, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.

Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus.

Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.
Tourists witness Mount Rinjani, also known as Gunung Rinjani, on May 19, 2009 in Lombok, West Nusa Tenggara Province, Indonesia. The 3,726m active volcano is the third highest in Indonesia, and has been erupting this time around April 27, peaking on May 10. The volcano's crater lake, known as Segara Anak, is home to many goldfish and mujair fish and is a popular fishing spot for locals.


Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani.
Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion"

Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan.

Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.




Danau Segara Anak dan Anak Gunung Rinjani



Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah hingga pegunungan tinggi dan savana di Nusa Tenggara.
Pada lembah di sebelah barat Gunung Rinjani terdapat Danau Segara Anak (2.008 m. dpl) yang airnya berbau belerang, suhunya berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Luas danau tersebut sekitar 1.100 hektar, kedalaman antara 160 - 230 meter. Di tengah-tengah danau ini muncul gunung baru vulkanik yang masih aktif dan terus berkembang.

Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia (3.720 m. dpl), menyimpan berbagai misteri salah satu diantaranya yaitu tentang keberadaan Dewi Anjani. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Dewi Enjeni adalah Ratu jin penguasa Gunung Rinjani.

Mereka meyakini bahwa Dewi Anjani lahir dari perkawinan manusia Sasak dengan jin, berparas cantik dan masih keturunan Raja Selaparang. Untuk menghormati Dewi Anjani, masyarakat sering mengadakan upacara religius di Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak, dengan melepaskan ikan-ikan kecil yang terbuat dari emas tipis ke Danau Segara Anak.
perjalanan yang cukup melelahkan.




Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Puncak Gunung Rinjani. Mendaki gunung, berkemah dan menikmati panorama alam Pulau Lombok.

Danau Segara Anak, Sebau dan Gunung Baru. Penelitian, menikmati fenomena alam/gejala alam, sumber air panas, mandi, pengamatan satwa dan menjelajahi hutan. Pada bulan Maulud, di Danau Segara Anak sering dijadikan atraksi budaya Pakelem (memandikan keris).

Otak kokoq dan Kembang Kuning. Mandi air panas yang berbau belerang untuk pengobatan (penghalus kulit) dan air terjun.
Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu;Perang Topat pada bulan Desember dan Ciwaratri pada bulan Januari di Mataram